Senin, 21 Januari 2013

PERBEDAAN ALLAHU DAN HU-ALLAH



Syiar Agama by Heru
ALLAHU dan HU-ALLAH
Artikel ini ditujukan kepada
Para Praktisi Spiritual-Supranatural dan Para Pencari Ilmu batin
Ke-2 asma di atas banyak dijumpai dalam pembelajaran ilmu-ilmu melayu sumatra, sulawesi, jawa, dan asia lainnya. Namun salah satu dari ke-2 asma ini sangat mudah menimbulkan efek khodam.
Sighat kata ALLAH
Sighat kata ALLAH sudah jelas banyak disebutkan dalam al-Qur`an dan memiliki sandaran hakekat vertikal yang tertuju kepada ilahi (Tuhan pencipta alam) dan merupakan salah satu di antara Asma`ul Husna. Dalam pembelajaran ilmu-ilmu tertentu, asma ALLAHU sering dijumpai berdiri sendiri (baik dalam wirid/semedi/pengolahan nafas tertentu) dan sering juga digabungkan dengan sighat kata lain dalam pembacaan do`a ilmu seperti AKBAR yaitu ….ALLAHU AKBAR…. (Allah maha besar), ….ALLAHU NUUR…. dst (Allah adalah cahayanya… dst). ….WALLAHU AKBAR…. (dan Allahu maha besar), dll.
Dalam pengamalan ilmu-ilmu tertentu, penggunaan asma ALLAHU sangat jarang menimbulkan khodam apabila sandaran hakekat langsung tertuju kepada ALLAH Robbun yang menciptakan anda. Andaikata khodam tetap datang, maka status kedatangannya adalah tidak lain sebagai utusan ALLAH bagi hamba yang diinginkannya, mungkin untuk menjaga, mungkin untuk menolong, mungkin memberikan petunjuk, mungkin ingin menguji, dan lain-lain sesuai kehendak ALLAH. Dalam bahasa lain: KHODAM datang dengan RIDO Allah.
Singhot kata HU ALLAH
Singhat kata HU ALLAH sangat sering menimbulkan khodam. Berdasarkan pengalaman kami, banyak kami jumpai murid pengamal ilmu ini, bahkan beberapa guru spiritual supranatural yang mengamalkan ilmu dengan sighat kata HU ALLAH tidak menyadari bahwa sedang menggunakan kekuatan khodam.
Sama halnya dengan sighat kata ALLAHU, Sighat kata HU ALLAH sering juga ditemukan berdiri sendiri baik dalam wirid/semedi/pengolahan nafas tertentu mamupun ditemukan bergabung dengan beberapa sighat kata dalam do`a ilmu lainnya. Sighat kata HU ALLAH mempunyai 2 simbol hakekat tersembunyi yang kebanyakan tidak diketahui oleh para murid spiritual-supranatural maupun gurunya. Ke-2 simbol hakekat tersebut merujuk kepada 2 sumber berbeda. Pertama, merujuk kepada penegasan “Dialah ALLAH” (Sangat berhubungan dengan kaidah bahasa arab dan ilmu tajwid/cara qira`ah al-Qur`an) dan kebanyakan para murid spiritual-supranatural maupun guru spiritual-supranatural kurang dalam pemahaman kaidah bahasa Arab dan penguasaan cara qira`ah al-Qur`an ini sehingga penegasan hakekat DIA-LAH ALLAH tidak sampai pada hakekat dimensi-NYA dan hanya sampai pada dimensi khodam. Kedua, merujuk kepada dimensi khodam tertentu (Hu dalam HU ALLAH SEBAGAI SIMBOL kunci pembuka dimensi). Pada simbol hakekat ke-2 lah kebanyakan kekuatan khodam timbul. Karenanya bagi anda pencari ilmu harap anda berhati-hati jika anda tidak ingin terjebak dengan kekuatan khodam, pengecualian bagi anda yang memang menginginkan kekuatan khodam.
Perbedaan efek daya supranatural (Ilmu)
Sighat kata ALLAHU pada pembelajaran ilmu spiritual-supranatural, pada umumnya melahirkan kekuatan yang lebih halus, bahkan terkadang energinya tidak dapat terdeteksi oleh para ahli maupun si pengamal ilmu itu sendiri. Proses kerjanya hanya Allah yang tahu. Secara zahir, efek kekuatan timbul lebih berkesan lambat dan tidak instan walaupun di dalam kehalusannya terkandung kekuatan yang sangat dahsyat, bahkan dalam kondisi-kondisi tertentu bagi si pengamal ilmu tertentu menemukan kegaiban yang khariqul lil Adat.
Sighat kata HU ALLAH, pada pembelajaran ilmu-ilmu spiritual-supranatural, pada umumnya melahirkan kekuatan yang lebih kasar, dan energinya mudah terdeteksi oleh para ahli tertentu dan banyak murid si pengamal ilmu ini dapat mengetahui energi amalannya (mungkin perasaan panas, dingin, kesemutan, dll) walaupun beberapa di antaranya ada juga yang tidak dapat mengetahuinya. Proses kerjanya lebih banyak melibatkan kekuatan khodam. Secara zahir, efek yang ditimbulkan berkesan cepat dan instan serta sering bersifat demonstratif dalam kondisi ritual tertentu.

7 komentar:

  1. jadi mana yang akan anda gunakan.?
    yang penting setiap saat harus di isi terus...!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang mana saja bisa digunakan......
      Saudaraku semua, tolong perhatikan hal-hal ini :
      1. Selagi ada hasrat sekecil apapun tentang karomah suatu amalan, dapat dipastikan apabila didapat, itu adalah dari Khodam atau syaiton dan pemahamannya atau kekuatannya adalah setingkat kulit ari.
      2. Bila menginginkan kedekatan dengan Tuhan mu, lakukanlan zikir, ibadah-ibadah sunah dengan ikhlas dan istiqomah semata mata mendapatkan ampunan dan RidhoNya.
      3. Tidak ada istilah ilmu dari Tuhan, ilmu itu sudah ada dalam fenomena apapun, apakah pada makhluk atau benda, alam disekitar kita. tinggal lagi apa kita mampu membacanya. tak mungkin Tuhan yang serba maha capek capek memberi ilmu. itu bukan uraian sifatNya.
      4. Semakin seorang hamba beramal ikhlas untuk mendapat ampunan dan ridho Allah semata, semakin bersih hati hamba tersebut. Nah hati inilah yang membaca apapun atau fenomena apapun yang dikatakan ilmu.

      Hapus
    2. setiap saat maksudnya tak putus..kekal..1 tangga menaik untuk solat daim,ilmu nafas..mau bicara?

      Hapus
  2. Peluang Bisnis Dahsyat Yusuf Mansur. "Orang islam harus KAYA"
    dan "Beli Kembali Aset Indonesia" dengan INDONESIA BERJAMAAH
    Segera Amankan Posisi Anda, Segera JOIN bersama
    Komunitas VSI , bisnis terbaru Ustadz Yusuf Mansur
    Dengan Produk V-pay ( Virtual Payment ) Anda akan
    dimudahkan dalam hal urusan pembayaran listrik,
    telpon, pulsa, PDAM, TV Berbayar, Internet, cukup dari genggaman anda saja. Transaksi dapat dilakukan
    melalui Website, SMS, Android, BlackBerry, iPhone dan YM.
    jadikanlah pengeluaran(beli pulsa hp anda dan anak-anak serta pulsa listrik rumah) anda menjadi penghasilan dan investasi masa depan anda..
    Penasaran join : KLIK DISINI

    BalasHapus
  3. nak bagi perbezaan tetapi tak lengkap, cuba bagi maksud terperinci untuk (Hu Allah), (Allah Hu), (Khodam) dan kegunaan yang betul dan kegunaan yang salah. khodam tu apa? kenapa ada ilmu yang menggunakan khodam? kalau nak komen, kasi penuh2 dalam blog dan kasi penuh2 ilmu di dada. kalau kenyataan tak lengkap, maksudnya... kamu hanya menyindir atau pun menuduh orang berbuat perbuatan kurafat. apabila kita menuduh seseorang sebegitu maksudnya kamu mengikut perangai syaitan, orang yang menuduh adalah orang yang dengki, kianat, menghasut dan sebagainya berperangai syaitan. cuba kamu terangkan secara terperinci jika tadak mahu dikatakan berparangai syaitan..

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus

terimakasih atas komentarnya...